• Cerita Kita

    Kisah Sang Khalifa

    sembilan anak manusia yang memiliki tekad satu terjaring dalam ruang pembentukan karakter

  • Team Work

    Kerja Keras

    berikan kami tugas seberat mungkin agar kami lebih dapat menghargai kerjasama

  • Sosok Masa lalu

    Biografi Orang Hebat

    banyak cara memotivasi diri kita, salah satunya dari kisah sukses orang terdahulu

  • Unak Unek

    Keberagaman

    perbedaan di antara kita bukanlah hal yang membuat kita berenti tersenyum

  • Impian Kita

    Harapan Besar

    Bermimpilah sobat maka tuhan akan memeluk mimpimu dan khalifa kan selalu ada bersama

  • Sosok Masa Depan

    Perubahan Besar

    pandanglah ke belakang agar kita dapat mengukur seberapa besar perubahan itu

KHITTAH PERJUANGAN PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII)

0 komentar





Pelajar Islam Indonesia (PII) bangkit atas dasar keinsyafan dan kesadaran akan tanggung jawab serta keyakinan terhadap Islam, serta kesadaran melatih diri dalam mengemban perjuangan menegakkan 'Izzul Islam Wal Muslimin. Pelajar Islam Indonesia (PII) adalah bagian dari mata rantai perjuangan ummat Islam, dalam menjalankan misinya senantiasa berpegang teguh pada Khittah Perjuangan yang jelas dan tegas berasaskan kepada Aqidah dan Qaidah islam sebagai suatu kebenaran yang berasal dari Allah Rabbul `alamin.

Khittah Perjuangan Pelajar Islam Indonesia (PII) merupakan koridor aktualisasi (framework) yang menjadi pedoman dalam merancang kebijakan kebijakan, program kerja dan tindakan (sikap) bagi seluruh eselon pimpinan, kader dan anggota Pelajar Islam Indonesia (PII). Khittah Perjuangan adalah garis kebijakan ideal, yang dibagi menjadi tiga bagian:

1. Khittah Perjuangan Umum
2. Khittah Perjuangan Keluar
3. Khittah Perjuangan Kedalam.


1. KHITTAH PERJUANGAN UMUM

1.1. Pelajar Islam Indonesia (PII) dalam segala tindak tanduknya berpedoman kepada Al-Qur`an dan Sunnah Rasul sebagai sumber aqidah dan qaidah tertinggi bagi setiap ummat Islam umumnya serta anggota Pelajar Islam Indonesia (PII) khususnya.
“Sesungguhnya Dien yang diridhoi disisi Allah hanyalah Islam”. (QS. Ali Imran [3]: 19)
“Hai orang-orang yang beriman, ta`atlah kepada Allah dan ta`atlah kepada Rasul dan Janganlah kamu merusakan (pahala) amal-amalmu”. (QS. Muhammad [47]: 33)

1.2. Pelajar Islam Indonesia (PII) dalam mengayunkan langkah-langkah selanjutnya lebih mengutamakan dan menyamakan langkah pertama yakni uswatun hasanah dari pimpinan kepada anggota dengan semboyan hadits Nabi: Ibda` Binafsik (Mulailah dari dirimu sendiri) dan berpedoman kepada Al-Qur`an:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dariapi neraka.” (QS. At
Tahrim [66]: 6)

1.3. Pelajar Islam Indonesia (PII) tidak mengenal prioritas bagi suku bangsa tertentu dalam mengamanatkan pimpinan dan jabatan dalam kepengurusan Pelajar Islam Indonesia (PII) maupun dalam masalah lainnya. Adapun yang menjadi ukuran ialah :
1.3.1. Garis perjuangan sesuai dengan I`tiqad Islamiyah atau tidak bertentangan dengannya dan
dapat mendekatkan PII kepada tujuannya, bukan sebaliknya.
“Sesungguhnya Sholatku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam.” (QS. Al
An`am [6]: 162)
1.3.2. Ketaqwaan kepada Allah SWT, kecakapan mental, intelektual dan kekuatan jasmani.
''Dan sesungguhnya Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang mengerjakan amal-amal shaleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menajdikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka Dien yang telah diridhoiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa, mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku. Dan barang siapa tetap kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq''. (QS. An Nur [24]: 55).
''(Apakah kamu wahai orang-orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang-orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya? Katakanlah,” Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az Zumar [39]: 09).
1.3.3. Manusia yang menyadari arti hidup dan kesadaran akan dirinya sendiri.
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi”… (QS. Al Baqarah [2]: 30)
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.”
(QS. Adz Dzariyat [56]: 56)
1.3.4. Pelajar Islam Indonesia (PII) di dalam gerak dan kegiatannya lebih mempertebal lagi kepercayaan
dan kesanggupan serta kemampuan pada diri sendiri dengan menyandarkan pertolongan pada
Allah Swt.
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan
menolongmu, dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. Muhammad [47]: 7)
1.3.5. Pelajar Islam Indonesia (PII) akan menjalankan setiap usaha yang secara ideologis
menguntungkan dan tidak segan-segan menghindari setiap langkah yang secara ideologis
merugikan.
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan oleh Allah, yaitu
al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak
memakan ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak berbicara dengan mereka pada hari
kiamat, dan tidak mensucikannya dan bagi mereka adalah siksa yang amat pedih.” (QS. Al
Baqarah [2]: 174)
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan
janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya dia (syaitan) musuhmu
yang nyata. (QS. Al Baqarah [2]: 208)



2. KHITTAH PERJUANGAN KELUAR

Khittah Perjuangan keluar digolongkan sebagai berikut :

1. Garis Kebijakan terhadap Pemerintah
2. Garis Kebijakan terhadap Partai/Golongan Politik
3. Garis Kebijakan terhadap organisasi-organisasi massa
4. Garis Kebijakan terhadap keummatan
5. Garis Kebijakan terhadap masalah-masalah ikhtilaf di tengah-tengah ummat
6. Garis Kebijakan terhadap penyimpangan pemikiran dalam Islam
7. Garis Kebijakan terhadap masalah-masalah global


2.1. Garis Kebijakan terhadap Pemerintah

Bahwa Pelajar Islam Indonesia (PII) bersedia atau dapat membantu kebijakan Pemerintah
secara partisipatif, korektif dan konstruktif selama sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan
kepentingan ummat Islam.
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan ulil amri
diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah
ia kepada Allah dan rasul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan ahri kemudian
yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya” (QS. An Nisa [4]: 59)

2.2. Garis Kebijakan terhadap Partai/Golongan Politik
Bahwa Pelajar Islam Indonesia (PII) bersifat independen, tidak melibatkan diri pada partai
politik dan politik praktis serta tidak menjadi bagian dari golongan atau organisasi politik
manapun.
''Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh pada yang ma.ruf dan mencegah dari yang munkar itulah orang-orang yang
beruntung”. (QS. Ali Imran [3]: 104)

2.3. Garis Kebijakan terhadap Organisasi-organisasi Massa
2.3.1. Garis Kebijakan Terhadap Organisasi Islam
Pelajar Islam Indonesia (PII) dalam setiap kebijakannya tidak apriori memihak salah
satu atau beberapa organisasi Islam manapun juga, tetapi akan senantiasa berpihak
pada Islam dan Ummat Islam.
“Sesungguhnya agama yang diridhoi disis Allah hanyalah Islam”. (QS. Ali Imran [3]: 19)
2.3.2. Pelajar Islam Indonesia (PII) senantiasa mengajak kepada organisasi Islam lainnya
kearah tergalangnya persatuan ummat Islam dan tercapainya kesatuan imamah serta
terpeliharanya ukhuwah Islamiyah melalui program perjuangan sampai terwujudnya
Izzul Islam wal Muslimin di Indonesia khususnya dan dipermukaan bumi pada
umumnya.
“Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali (agama) Allah dan jangan kamu
bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kamu ketika kamu dahulu
bermusuh-musuhan maka Allah menjinakkan antara hatimu lalu menjadikan kamu
(karena nikmat Allah) bersaudara, dan kamu telah berada ditepi jurng neraka lalu
Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-
ayatNya kepad akamu agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. Ali Imran [3]: 103)
2.3.3. Pelajar Islam Indonesia (PII) senantiasa menjalin kerja sama dengan pihak manapun,
termasuk organisasi sosial politik, dalam maupun luar negeri atau lembaga-lembaga
swadaya masyarakat dengan senantiasa menjadikan AD dan ART sebagai rujukan.
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara
kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya
Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”. (QS. Al Hujurat [59]: 13)

2. Garis Kebijakan Terhadap Organisasi Non-Islam

1) Pelajar Islam Idnonesia (PII) dalam berinteraksi dengan organisasi non-Islam,
seutuhnya dan sepenuhnya berpegang dan berpedoman kepada Khittah Perjuangan
Umum.

2) Pelajar Islam Indonesia (PII) senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai aqidah
Islamiyah dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip yang berkaitan dengan toleransi
beragama, hablum minannas, dan Islam sebagai rahmatan lil `alamin.

Muhammad adalah Rasul Allah, dan orang-orang yang beirman kepadanya tegas
kepada orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka
ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya. (QS. Al Fath [48]: 29)


4. Garis Kebijakan Keummatan
1. Bahwa perjuangan yang hendak dibangun oleh sebuah gerakan hendaknya dibangun atas
dasar taqwa dan keridhoan Allah.

“Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar taqwa kepada
Allah dan keridhoan-Nya itu yang baik ataukah orang-orang yang mendirikan


bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama
dengan dia kedalam neraka jahanam? dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada
orang-orang yang dzalim”. (QS. At Taubah [9]: 109).

2. Bahwa dalam mencapai cita-cita perjuangan harus dilakukan dengan membuat jaringan
antar gerakan dakwah Islam.

Katakanlah, “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu
supaya kamu menghadap Allah baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri… (QS. Saba’ [34]: 46)

3. Bahwa dalam rangka menuju suatu perjuangan hendaklah saling menghargai dan tidak
saling membenci.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-
musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat
Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu
Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-
Nya kepadamu agar kamu mendapatkan petunjuk.”. (QS. Ali Imran: 103).

4. Bahwa Perjuangan Ummat Islam adalah amanah, oleh karena itu tegakkan amanah ini
dengan kejujuran.

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak
menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia
supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang
sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah maha mendengar lagi maha
melihat.” (QS. An-Nisaa`: 58)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Muhammad
dan (juga) janganlah kamu menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu,
sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal: 27).

5. Bahwa sesungguhnya Allah akan membangkitkan kaum yang mencintai Allah dan
dicintai Allah, lemah lembut terhadap ummat Islam dan tegas terhadap kaum kafir dan
senang berjihad di jalan Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari
agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai
mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang
mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah
dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah,
diberikanNya kepada siapapun yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas
(pemberiannya) dan Maha Mengetahui.”(QS. Al-Maidah : 54).

6. Bahwa dalam perjuangan janganlah saling olok-mengolok dan berprasangka buruk serta
mencari-cari kesalahan.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang
lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka yang
mengolok-olokkan dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita
yang lain (karena) boleh jadi wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita
(yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela diri kamu sendiri dan janganlah
kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan
adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang beriman dan
barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai,
orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian
prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan
janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain, sukakah salah seorang
diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu
merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hujurat: 11-12).

7. Bahwa dalam melaksanakan perjuangan harus dengan bersungguh-sungguh.

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan
kami kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami, dan sesungguhnya Allah benar-
benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al-Ankabut : 69)

Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Kitab, dan mendirikan Shalat, akan diberi
pahala, sesungguhnya kami tidak akan menyia-nyiakan pahala (balasan) bagi orang-
orang yang mengakan perbaikan. (QS. Al-A`raf: 170).

8. Bahwa dalam melaksanakan perjuangan harus dengan yakin dan penuh kesabaran.

Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya jalan Allah adalah benar dan sekali-kali
janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah itu)
menggelisahkan kamu. (QS. Ar Rum : 60)


5. Garis Kebijakan terhadap masalah-masalah Ikhtilaf di tengah-tengah Ummat
1. Setiap perbedaan yang muncul di tengah-tengah ummat seharusnya diselesaikan dengan
bermusyawarah. Pelajar Islam Indonesia (PII) sebagai salah satu komponen ummat
menjadi penengah dan perekat dalam setiap perselisihan yang terjadi.

“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan
shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan
mereka menafkahkan sebagian dari rejeki yang kami berikan kepada mereka.” (Q.S. As-
Syuura : 38)

2. Pelajar Islam Indonesia (PII) tidak akan melibatkan dirinya dalam ikhtilaf masalah
fiqhiyah.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan
diminta pertanggung jawabannya”. (Q.S. Al-Israa' : 36)


6. Garis Kebijakan terhadap penyimpangan pemikiran dalam Islam

1. Ajaran pluralisme, Sekualarisme dan Liberealisme agama adalah paham yang
bertentangan dengan ajaran agama islam.

Barang siapa mencari agama selaian agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan
terima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi
(QS. Ali Imaran [3]: 85)

Imam Muslim (w. 262 H) dalam Kitabnya Shahih Muslim, meriwayatkan sabda
Rasulullah saw :
”Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorangpun baik Yahudi
maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, kemudian ia
mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, kecuali ia akan menjadi
penghuni Neraka.” (HR Muslim).

2. Pelajar Islam Indonesia menjalankan usaha untuk membentengi dan membendung
Ajaran pluralisme, Sekularisme dan liberalisme agama.

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan oleh
Allah, yaitu al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu
sebenarnya tidak memakan ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak
berbicara dengan mereka pada hari kiamat, dan tidak mensucikannya dan bagi
mereka adalah siksa yang amat pedih.” (QS. Al-Baqarah : 174)


7. Garis Kebijakan terhadap masalah-masalah global

Bahwa Pelajar Islam Indonesia ( PII ) senantiasa memperjuangkan persamaan hak serta
menolak segala bentuk hegemoni sosial, kultural, dan struktural secara global dengan
berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam.

Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". Dan : "Luruskanlah muka mu di
setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta'atanmu kepada-Nya.
Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan ".(Q.s. 7:29)

Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan
hak, dan dengan yang hak itu mereka menjalankan keadilan. (Q.S. 7:181)

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah
orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Mengenal. (Q.S. 49:13)

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (Q.S. 90:4)

Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya?
(Q.S. 90:5)


3. KHITTAH PERJUANGAN KEDALAM

Khittah Perjuangan kedalam ditujukan untuk :

1. Pembinaan Sikap Mental

Pelajar Islam Indonesia (PII) menitikberatkan organisasi dan kegiatannya pada pembinaan
sikap mental dan kepribadian yaitu menanam, memupuk, memelihara dan mengembangkan
serta mengekalkan aqidah Islamiyah kepada setiap anggota agar menjadi kader Islam yang
berakhlakul karimah, konsekuen dan konsisten pada perjuangan.

“Adakah kamu menyuruh manusia berbuat kebaikan, sedangkan kamu melupakan dirimu
sendiri, padahal kamu membaca kitab, apakah kamu tidak berfikir? (QS. Al-Baqarah: 44)

 “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar
Taqwa kepadaNya dan janganlah sekali-kali kamu mati kecuali dalam keadaan (beragama)
Islam” (QS Ali Imran:102)

“Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar
dimenangkanNya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS. Al-Fath: 28)

“Hai orang yang berselimut (Muhammad) bangunlah (untuk sholat) di malam hari, kecuali
sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau
lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quraan itu dengan perlahan-lahan. Sesungghunya
kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun diwaktu
malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan diwaktu itu lebih berkesan.
Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah
nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (dia-lah) Tuhan
masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah
Dia sebagai pelindung. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah
mereka dengan cara yang baik. (QS. Al Muzammil : 1-10)

2. Pelajar Islam Indonesia dalam melaksanakan pembinaan memprioritaskan pembinaan yang
kontinu (rutin) dan berkesinambungan.

"Dan al-Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya
perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS. Al Isra
[17]: 106).

3. Pembinaan Keorganisasian

Pelajar Islam Indonesia (PII) dalam pembinaan pergerakan melaksanakan segala usaha, baik
yang digariskan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga maupun Keputusan
Muktamar Nasional melalui setiap usaha yang kreatif dari atas ke bawah serta kongkrit dan
konstruktif dari bawah ke atas.

“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan nasihat yang baik dan bantahlah dengan
cara yang lebih baik.” (QS. An-Nahl:125)

“Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman,
beramal salih,saling menasihati dengan kebenaran dan saling menasihati dengan kesabaran.
(QS. Al-`Ashr: 1-3).

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan
yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. (Q.S. Ash-
Shaff : 4)

4. Penguasaan terhadap Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi
1. Plajar Islam Indonesia (PII) mempunyai concern terhadap perkembangan IPTEK dalam
kerangka beribadah kepada Allah, dan dalam kerangka memakmurkan kehidupan di muka
bumi.

“Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Qur'an itulah
yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan
sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada
jalan yang lurus.” (Q.S. Al-Hajj : 54)

“Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya diantara mereka dan orang-orang mukmin,
mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al-Qur'an), dan apa yang
telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat,
dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami
berikan kepada mereka pahala yang besar. (Q.S. An-Nisa' : 162)

2. Islam sebagai agama yang kaffah telah menurunkan Al-Qur'an sebagai rujukan utama
dalam mengembangkan IPTEK.

Katakanlah: "Kalaulah sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat
Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku,
meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)" (Q.S. Al-Kahfi : 109)

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta),
ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah(kering)nya, niscaya tidak akan habis-
habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana. (Q.S. Luqman : 27)


3. Pelajar Islam Indonesia (PII) sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang
pengembangan SDM serta pendidikan dan kebudayaan sangat berkepentingan terhadap
kemajuan IPTEK.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "berlapang-lapanglah
dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
Dan Apabila dikatakan: "berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan
meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(Q.S. Al-Mujaadilah: 11).


Read more

UNDANG-UNDANG DASAR REPUBLIK ARAB MESIR 2012

0 komentar
Mesir KONSTITUSI MUKADIMAH
Kami, orang-orang Mesir, dengan nama Allah dan dengan bantuan Allah,menyatakan ini menjadi Konstitusi Mesir dan dokumen dari revolusi, perintis damai, yang dimulai oleh pemuda menjanjikan Mesir, dilindungi oleh Angkatan Bersenjata, yang diperjuangkan oleh Mesir pasien yang berkumpul di Tahrir Square pada 25 Januari 2011 untuk menegaskan penolakan mereka terhadap segala bentuk ketidakadilan, penindasan, tirani, penjarahan dan monopoli, untuk sepenuhnya menyatakan hak-hak mereka untuk kehidupan yang layak, kebebasan, untuk keadilan sosial dan martabat manusia - semua hak yang diberikan oleh Allah sebelum ditetapkan dalam konstitusi dan deklarasi universal hak asasi manusia;

Sebuah janji fajar baru layak sejarah Mesir dan peradaban, peradaban yang sama yang memberikan kemanusiaan abjad pertama, yang membuka jalan menuju tauhid dan pengetahuan tentang Sang Pencipta, menghiasi halaman-halaman sejarah dengan kreativitas, membentuk negara tertua di tepi Sungai Nil abadi, sedangkan dari awal memahami makna identitas, dan mewujudkan nilai-nilai kewarganegaraan.

Orang-orang Mesir yang besar telah kembali kebebasan dan martabat mereka, dan di sini mereka sekarang, akan keluar menuju besok baru, lebih tegas bergabung dengan momen bersejarah, dengan iman yang lebih besar dalam kemampuan mereka dan prinsip-prinsip fundamental mereka, lebih bertekad untuk mencapai tujuan revolusi damai mereka, optimis tentang masa depan yang aman di bawah rubrik negara bebas, siap untuk kerja keras dan partisipasi aktif dalam kemajuan peradaban manusia.

Setelah dipulihkan semangat segar persatuan antara Mesir, pria dan wanita, revolusi rakyat terus ke arah membangun negara demokratis yang modern, sambil menjaga nilai-nilai Mesir spiritual dan sosial, konstituen yang kaya dan unik, dan membangun dasar-dasar terpisahkan dinyatakan dalam prinsip-prinsip berikut :

Satu -
Kedaulatan untuk rakyat, pembawa satunya hak untuk mengatur otoritas, yang berasal legitimasi mereka dari orang-orang, tunduk pada kontrol masyarakat, terikat oleh batas-batas mandat dan tanggung jawab konstitusional, dan berkomitmen untuk melindungi dana masyarakat, memelihara sumber daya Negara, dan membangun dasar-dasar keadilan dalam distribusi tersebut. Yang berwenang akan menegakkan prinsip bahwa posisi jumlah pelayanan publik dengan tanggung jawab dan mandat, bukan hak atau hak istimewa, dan bahwa pemegang mereka bekerja untuk melayani kepentingan warga.

Dua -
Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang didirikan dan memperluas dasar untuk transfer kekuasaan yang damai, mendukung pluralisme politik, memastikan pemilihan yang adil dan kontribusi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

Tiga -
Kebebasan warga harus ditegakkan dalam semua aspek kehidupan, kebebasan berpendapat dan berekspresi, dan kebebasan di perumahan, properti dan perjalanan, keluar dari keyakinan penuh dalam kebebasan seperti prinsip ilahi yang ditetapkan oleh Sang Pencipta dalam gerak alam semesta . Allah telah menciptakan manusia bebas dan berbakat mereka dengan tingkat tertinggi perbaikan, kecerdasan dan kebijaksanaan.

Empat -
Persamaan di depan hukum dan kesempatan yang sama bagi semua warga negara, laki-laki dan perempuan, tanpa diskriminasi atau nepotisme, terutama di bidang pendidikan, pekerjaan, hak-hak politik, dan hak ekonomi dan sosial, memprioritaskan kemajuan keadilan sosial.

Lima -
Aturan hukum adalah dasar dari pemerintah. Kebebasan individu dan legitimasi dari otoritas negara dipastikan dengan pengajuan Negara dan individu terhadap aturan hukum dan komitmen Negara terhadap independensi peradilan. Lembaga peradilan Mesir akan melaksanakan misinya dalam membela konstitusi, menegakkan keadilan dan melindungi hak-hak dan kebebasan.

Enam -
Menghormati bagi individu, landasan bangsa, martabat yang merupakan perpanjangan alami dari kebanggaan nasional. Selanjutnya, tidak ada martabat bagi sebuah negara di mana perempuan tidak dihormati. Perempuan adalah saudara laki-laki dan tahan benteng dari ibu, mereka adalah setengah dari masyarakat dan mitra di seluruh keuntungan nasional dan tanggung jawab.

Tujuh -
Menjunjung tinggi persatuan nasional merupakan kewajiban negara dan masyarakat, untuk itu membentuk dasar dari stabilitas dan kohesi nasional, landasan membangun Mesir modern dan jalan menuju kemajuan dan pembangunan. Untuk itu, nilai-nilai toleransi dan moderasi akan menyebar, dan hak-hak dan kebebasan dari semua warga negara harus dilindungi tanpa diskriminasi.

Delapan -
Membela tanah adalah tugas dan kehormatan dalam pelayanan yang sumber daya manusia dan dana harus dimobilisasi. Sebagai perisai pelindung negara itu, Angkatan Bersenjata memiliki tempat khusus dalam pikiran orang-orang Mesir. Angkatan Bersenjata membentuk lembaga nasional yang profesional dan netral yang tidak mencampuri urusan politik. Tidak ada kelompok lain diperbolehkan untuk membentuk struktur militer atau paramiliter atau terlibat dalam kegiatan kemiliteran.

Sembilan -
Keamanan adalah suatu berkat yang besar. Peran aparat keamanan adalah melindungi individu dan menegakkan langkah-langkah keadilan. Tidak akan ada keadilan tanpa perlindungan, dan tidak ada perlindungan tanpa institusi keamanan mampu menegakkan otoritas negara dalam kerangka penghormatan terhadap aturan hukum dan martabat manusia.

Sepuluh -
Perdamaian berdasarkan keadilan bagi seluruh dunia, kemajuan politik dan sosial bagi seluruh masyarakat. Independen pembangunan nasional hanya bisa terjadi ketika potensi kreatif dari orang-orang Mesir melepaskan, mengingat kontribusi mereka terhadap kemajuan peradaban, bagi dirinya dan bagi umat manusia secara keseluruhan.

Sebelas -
Persatuan Arab adalah panggilan sejarah dan masa depan, dan permintaan dari takdir yang hanya dapat terwujud di bawah perlindungan sebuah negara Arab yang mampu menangkal ancaman apapun, terlepas dari sumbernya dan dalih mendukungnya. Kesatuan tersebut harus diperkuat melalui integrasi dan persaudaraan dengan negara-negara di Lembah Nil dan dunia Muslim, baik perpanjangan alami lahir dari kekhasan posisi Mesir pada peta global.

Dua belas -
Menekankan peran perintis Mesir intelektual dan budaya di seluruh dunia dan di daerah, diwujudkan oleh soft power yang telah melahirkan, dan masih tidak, ikon pemikiran Mesir, seni dan kreativitas. Kebebasan kreatif dan keselamatan pemikir harus dijamin, dan tanggung jawab negara untuk lembaga pendukung dipertahankan: universitas, pusat ilmu pengetahuan, pusat linguistik dan penelitian, pers, seni, sastra dan media massa, gereja nasional dan Al-Azhar, dengan sejarahnya sebagai andalan identitas nasional, bahasa Arab dan Syariah Islam, dan sebagai mercusuar bagi pemikiran moderat yang tercerahkan.

Kami, orang-orang Mesir,Keluar dari iman kepada Allah dan pesan surgawi-Nya,Dalam pengakuan hak negara dan bangsa,Dengan kesadaran akan tanggung jawab kita terhadap bangsa dan kemanusiaan,

Ikrar untuk tetap berkomitmen dengan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Pembukaan ini, yang kami anggap menjadi bagian integral dari Konstitusi ini bahwa kita menerima dan memberikan kepada diri kita sendiri, menegaskan tekad kami untuk menegakkan dan mempertahankannya, dan menyatakan bahwa hal itu harus dihormati oleh semua .

BAGIAN I: NEGARA DAN MASYARAKAT

Bab Satu: prinsip Politik

Pasal 1
 Republik Arab Mesir adalah negara berdaulat yang independen, bersatu dan tak terpisahkan, sistem yang demokratis. Orang-orang Mesir adalah bagian dari negara-negara Arab dan Islam, bangga memiliki Lembah Nil dan Afrika dan jangkauan di Asia, peserta positif dalam peradaban manusia.

Pasal 2
 Islam adalah agama negara dan bahasa Arab yang resmi. Prinsip-prinsip Syariah Islam adalah sumber utama undang-undang.

Pasal 3
 Prinsip-prinsip hukum Mesir Kristen dan Yahudi adalah sumber utama dari undang-undang untuk hukum pribadi mereka status, urusan agama, dan pemilihan pemimpin spiritual mereka.

Pasal 4
 Al-Azhar adalah lembaga Islam yang mencakup independen, dengan otonomi eksklusif atas urusan sendiri, bertanggung jawab untuk khotbah Islam, teologi dan bahasa Arab di Mesir dan dunia. Al-Azhar Ulama Senior harus berkonsultasi dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan hukum Islam.

Jabatan Al-Azhar Syekh yang independen dan tidak dapat diberhentikan. Metode menunjuk Sheikh Grand dari kalangan anggota Cendekiawan Senior akan ditentukan oleh hukum.

Negara harus memastikan dana yang cukup untuk Al-Azhar untuk mencapai tujuannya.

Semua hal di atas tunduk pada peraturan hukum.

Pasal 5
 Kedaulatan adalah untuk orang-orang saja dan mereka adalah sumber kekuasaan. Orang-orang harus berolahraga dan melindungi kedaulatan ini, dan menjaga persatuan nasional dengan cara yang ditentukan dalam konstitusi.

Pasal 6
 Sistem politik didasarkan pada prinsip-prinsip demokrasi dan syura (nasihat), kewarganegaraan (di mana semua warga negara adalah sama dalam hak dan kewajiban), multi-partai pluralisme, transfer damai kekuasaan, pemisahan kekuasaan dan keseimbangan antara mereka, supremasi hukum, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan, semuanya sebagaimana diuraikan dalam Konstitusi.
Tidak ada partai politik yang dibentuk diskriminasi atas dasar jenis kelamin, asal-usul atau agama.

Pasal 7
 Pertahanan tanah air dan tanah yang merupakan tugas suci, dan wajib militer adalah wajib sesuai dengan hukum.

Baca selanjunya... https://docs.google.com/file/d/0B7vstmU7XZIlOXIwanFJZlppaUk/edit?pli=1
<photo id="1" />


Read more

Darul Hikmah Mesir

0 komentar
      Begitu banyak persoalan di Masisir ini bagi penuntut ilmu. Begitu banyak godaan yang ada. Kita lihat hampir sebagian besar Masisir ini di setiap rumah rata-rata selalu tidur malam. Apakah ini pengaruh dari suasana Mesir itu sendiri? Dan apakah baik tidur malam itu bagi seorang pelajar? Saya tidak mengatakan itu baik atau tidak, karena masih sangat minim penilitian mengenai hal itu.
       Kita juga melihat dari persoalan Masisir itu sendiri adalah Game, ya game, tentunya kita semua mengetahui mengenai yang satu ini. Seberapa manfaatkah Game itu bagi kehidupan seorang pelajar? Terkhusus pada Masisir ini? Tentunya kita tidak bisa serta merta mengatakan itu tidak baik karena tentunya harus ada penilitian mengenai hal ini di Masisir ini. Karena bagi sebagian orang yang berprestasi mengatakan bahwasanya Game itu bisa menjadi wadah untuk refreshing dari penatnya otak ini dari belajar. Yang jelas, untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh Game bagi Masisir itu, kita perlu mengadakan penilitian mengenai hal ini.
      Dari begitu banyak godaan dan persoalan bagi penuntut ilmu di Mesir ini utk warga negara Indonesia maka Darul Hikmah yang merupakan sebuah asrama yang terdiri dari pelajar-pelajar Indonesia yang belajar di Mesir ini, terkhusus di Al-Azhar berusaha untuk mencari solusi dari semua persoalan Masisir itu sendiri. Mulai dari persoalan Game, tidur malam, internet ataupun yang lainnya.
      Darul Hikmah berusaha untuk menjawab itu semua mulai dari tidak mengadakan internet di tempat tinggal pelajar, tidak bermain game-game yang menghabiskan terlalu banyak waktu, ataupun tidurmalam itu sendiri akan otomatis jika tidak ada internent dan game, insya Allah.
      Darul Hikmah di Kairo ini terdidri dari dua Syaqqoh (dan kemungkinan untuk bertambah, melihat kondisi), Darul Hikmah 1 (DH 1) dan Darul Hikmah 2 (DH 2).
       Dan dari pada itu semua, semoga Allah memandaikan kita semua.



Read more

Hymne PII

0 komentar

Kami para kader semua
Pelajar Islam Indonesia
Senantiasa setia
PII dan citanya

Hidupku sedia mengabdi
Bakti kepada Ilahi
Siap siaga berjihad
Setiap saat dan tempat

Kami para kader umat
Tekad bulat istiqomah
Capai persatuan umat
Kesatuan imamah

Tanam pupuk dan pelihara
Kembangkan serta kekalkan
Cinta Allah dan Rosul-Nya
Cinta pada pimpinan

Berani bersikap bertindak
Dan ukhuwah Islamiyyah
Pribadi cakap bertegak
I’tiqad Islamiyyah



Read more

Whing Chun Mesir

0 komentar
      
Whing Chun Mesir adalah sebuah bela diri dari beberapa bela diri yang ada di Masisir ini, seperti seni bela diri Silat Tapak Suci.
       Whing Chun merupakan seni bela diri yang simpel dan tidak rumit, tidak banyak gerakan namun mengena, dan merupakan jenis bela diri jarak dekat, tidak bertarung dengan jarak jauh.
       Whing Chun Mesir merpakan bela diri yang berada di Mesir dengan Sifu Mohammed Hosni Rahmat. Anggota latihannya pun terdiri dari orang-orang Indonesia, Malaysia, Singapura dan ada beberapa Orang Mesir.
      Whing Chun Mesir memiliki tempat latihan di Wisma Nusantara yang beralamat di Indonesian Hostel, 8 wahran street Rabea El Adawea, Cairo, Egypt.
       Info lebih lanjut bisa menghubungi pihak pengurus Whing Chun Mesir yang beralamat di Wisma Nusantara, atau bisa melalui Facebook pengurus dengan ketua Amansyah Abu Zuhroh, https://www.facebook.com/amansyah.abuzuhroh?fref=nf


Read more

Misi Kemanusiaan Radio dan TV Rodja Untuk Rakyat Suriah...

0 komentar

Kiriman dari Muh Nurhuda/ Ketua Relawan Misi Kemanusiaan Radio, bersama Muhammad Rizqi Utama
Adek kita ini namanya AIMAN, umurnya baru 6 tahun, beliau berasal dari kota Halab dan sudah hampir satu setengah tahun ini harus duduk di kursi roda yang seakan akan menjadi bagian dari hidupnya yang tidak terpisahkan...
Bagaimana kisahnya sehingga adek kita menjadi lumpuh separuh tubuhnya, dari pinggang ke bawah !
Suatu saat adek kita ini melewati sebuah jalan di kota Halab tiba tiba terdengar suara tembakan dari arah wilayah yang dikuasai oleh nushairiyyah langsung mengenai perutnya tembus sampai kebelakang membuatnya jatuh terkapar dan tak berdaya ! Alhamdulillah ada pejalan kaki yang menolongnya dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif... Qodarallah peluru tersebut mengenai tulang belakangnya dan menyebabkan syaraf dibagikan pinggang ke bawah lumpuh total... Inna lillahi wa Inna ilahi roji'un ! anak sekecil ini harus menjad korban perang tanpa belas kasihan dan tercabut kebahagiaan masa kecilnya !
Sekarang adek kita ini hidup dengan keluarganya di pinggiran perbatasan antara negara Turki dan suria dalam keadaan serba kekurangan, sementara pengobatan bagi adek kita ini terus berlanjut dan biaya pengobatan masih terus mereka tanggung !



Read more

IRONI DALAM HIDUP

0 komentar
Oleh Febryna Rizka Pratiwi

JUST COLOUR YOUR LIFE! SO SHOW IT!!


Hidup tidak melulu soal kebahagiaan,adakalanya kita harus merasakankesedihan,supaya hidup kita bisa lebih bahagia kelak. Dan takaran kebahagiaanatau kesedihan setiap manusia berbeda-beda,bagaimana manusia itu sendirimenaggapi situasi ketika itu. Suka duka adalah bagian dari hidup,yang manasetiap manusia pasti mengalaminya,hanya saja ada beberapa manusia yang sadardan ikhlas menerima apa yang sedang terjadi pada dirinya,dan sebaliknya manusiayang tidak sadar akan apa yang terjadi,ia seakan mengutuk dirinya tengah beradadidalam keterpurukan hidup yang amat mendalam.
Bahagia bukan karena tergantung apa atau siapa yang membuat manusialainnya bahagia,tapi bagaimana manusia itu sendiri mensyukuri dan menikmatihidupnya. Walaupun terkadang manusia hidup bergantungan dengan manusia lainnya,tapibukan berarti hidupnya serba ketergantung dengan manusia lain. Manusiamembutuhkan manusia lain,tapi ingat,manusia pun membutuhkan dirinya sendiritanpa orang lain. Agar setiap manusia bisa mencintai dirinya sendiri tanpamenyamakannya dengan manusia lain. Karena pada dasarnya manusia hidup untukdirinya masing-masing,mereka tahu apa yang dibutuhkan atau tidak untukkebaikkan dirinya.
Manusia yang telah mencintai dan mampu menguasai kendalidirinya,maka ia tahu apa yang akan ia lakukan untuk hidupnya. Apresiasi dansaling menghargai, inilah salah satu kunci manusia menemukan hidupnya,semangathidup yang tertanam didalam di setiap jiwa manusia akan timbul,ketika semuausaha yang dilakukan setiap manusia untuk menunjukkan dirinya dihargai. Dan inipula lah salah satu faktor manusia menyebabkan dirinya terperangkap kembalikedalam kegelapan kebahagiaan. Yaitu berlebihan dalam memberikan apresiasi kepadamanusia lain. Ketika manusia menghargai manusia lainnya secara berlebihan, makaakan timbul kepuasan dalam dirinya dan ia pun merasa bahagia,tapi tidak cukupsampai disitu, ketika ia puas,maka ia akan terus berusaha membuat apresiasiuntuk dirinnya sendiri,terus dan terus sampai akhirnya ia lupa,dan akhirnyaterlalu membanggakan dirinya,dan mengakui bahwa dirinya adalah yang terhebat.
Tanpa manusia itu sadari,ketika dirinya berada dipuncakkebahagiaan,ia akan menganggap bahwa hidupnya begitu indah,dan ketika manusialain berada jauh dibawah keterpurukan ia pun menganggap bahwa hidupnya begitukejam. Inilah fungsi pengendalian diri dimulai. Oleh karenanya,ketikabahagia,sadarlah bahwa sedang ada yang kesusahan,dan ketika sedangsusah,sadarlah bahwa akan ada kebahagian setelahnya. Ini sudah menjadi hukumalam dan bukan pula cerita lama. Bersyukurlah dan nikmatilah hidup apapunrasanya itu.
“karena hidup didunia adalah drama,apapun perannya lakukan danikutilah alur ceritanya dengan sepenuh hati hingga drama berakhir”


                                                      24 januari 2013


Read more